Assalamu alaikum Wr Wb.
Saya mau bertanya, ada orang sholat tiba tiba dari hidungnya mengeluarkan
darah. Pertanyaan saya:
1. bolehkah orang tersebut meneruskan sholatnya?
2. kalau boleh
meneruskan bagaimna hukum darah tersebut?
Jawaban:
Waalaikumussalam Wr Wb. Kepada saudara Wildan
Arrafiqi@ yang dimulyakan Allah. Untuk menjawab pertanyaan saudara yang telah
dipaparkan diatas, kami menyimpulkan sebagai berikut:
(1). Jika seseorang menunaikan sholat, kemudian
ditengah tengah sholatnya ia mengeluarkan darah (memesan) dari hidungnya, maka
ia harus meneruskan sholatnya jika darah yang keluar tersebut sedikit. Karena
darah yang sedikit masih dimaafkan.
(2). Namun jika darah tersebut keluarnya banyak (keluar
dari kebiasaan memesan) sehingga darah tersebut mengenai badan atau
bajunya,maka ia harus membatalkan sholatnya,karena adanya darah tersebut sudah
membatalkan sholat dan bukan termasuk darah yang dimaafkan.
Dasar Pengambilan:
فائدة
: قال في
التحفة : ولو رعف
في الصلاة
ولم يصبه
إلا القليل
لم يقطعها
،
وإن كثر
نزوله على
منفصل عنه
،
فإن كثر
ما أصابه
لزمه قطعها
ولو جمعة
،
وإن رعف
قبلها واستمر
فإن رجى
انقطاعه والوقت متسع
انتظره وإلا
تحفظ كالسلس
اهـ.(1)
Faidah: Mushannif (pengarang kitab) berkata dalam
kitab Tuhfah: “Andai seseorang mimisan didalam shalat, dan darah yang keluar
hanya sedikit, maka tidak membatalkan shalatnya. Apabila darah yang keluar
banyak hingga mengenai bagian badan yang lain. Apabila darah yang mengenai
bagian badan lain sangat banyak, maka seseorang yang sedang shalat itu harus
membatalkan shalatnya meski dia sedang shalat jumat. Bila mimisan keluar
sebelum shalat dan keluar terus, namun dimungkinkan mimisan berhenti dan waktu
shalat masih cukup, maka dianjurkan untuk ditunggu hingga berhenti, apabila
tidak mungkin ditunggu hingga berhenti, maka hidung disumpal saat shalat
sebagaimana orang yang beser".
Dasar Pengambilan:
ﻭﻋﺒﺎﺭﺗﻪ ؛ ﻭﺍﺧﺘﻠﻒ ﻓﻴﻤﺎ ﻟﻮ ﻟﺒﺲ ﺛﻮﺑﺎ ﻓﻴﻪ ﺩﻡ ﺑﺮﺍﻏﻴﺚ ﻭﺑﺪﻧﻪ ﺭﻃﺐ ﻓﻘﺎﻝ ﺍﻟﻤﺘﻮﺍﻟﻰ ﻳﺠﻮﺯ ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﺑﻮ ﻋﻠﻰ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻷﻧﻪ ﻻ ﺿﺮﻭﺭﺓ ﺇﻟﻰ ﺗﻠﻮﻳﺚ ﺑﺪﻧﻪ ﻭﺑﻪ ﺟﺰﻡ ﺍﻟﻤﺤﺐ ﺍﻟﻄﺒﺮﻱ ﺗﻔﻘﻬﺎ . (2)
Referensi Kitab:
(1). Bughyah al_Musytarsyidin. Hal 53.
(2). I'aanah at_Tholibin. Juz 1. Hal 101.
MUSYAWWIRIN :
Member Group Majlis Ta'lim Tanah Merah (MTTM)
PENELITI :
(1). Ustadz Brojol Gemblung (2). UstadzWesqie (3).
Ustadz Rampak Naung (4). Ustadz Mazz Rofii (5). Ustadz Sunde Pati
Editor: Guslik An_Namiri.